Tuesday, July 10, 2018

Ulama Syafi'iyah Tapi Tidak Qunut



Adalah Abul Hasan Muhammad bin 'Abdul Malik Al-Karaji Asy-Syafii (458-) seorang ulama yang dikatakan oleh As-Sam'ani bahwa beliau seorang imam, wari', 'alim, 'aqil, pakar fiqih, mufti, pakar hadits, penyair, dan sastrawan. Bahkan memiliki kumpulan tulisan sastra yang bagus. Namun demikian, beliau nggak pernah qunut!
(Thabaqat Asy-Syafi'yyah Al-Kubra [VI/138] karya As-Subki)



Penulis: Firman Hidayat Marwadi (source)



Monday, July 9, 2018

Inspirasi dari Imam Syafi'i Sang Guru


Dikisahkan dalam kitab Thabaqaat asy-Syaafi'yyah tentang sosok ar-Rabii' bin Sulaimaan -rahimahullah-. Dulu, dia seorang anak yang telmi dan lambat paham pelajaran. Gurunya ketika itu, al-Imaam asy-Syaafi'i -rahimahullah-, mengulang-ulang materi pelajaran sebanyak 40 kali namun ar-Rabii' tak kunjung paham. Dirundung rasa malu, ar-Rabii' pun bangkit meninggalkan majelis.
Asy-Syaafi'i lantas memanggilnya. Secara menyendiri, sang guru kembali mengulang-ulang pelajaran untuk ar-Rabii' sampai ia paham. Asy-Syaafi'i -rahimahullah- kemudian berkata kepada ar-Rabii':
_"Duhai Rabii', andai aku mampu menyuapkan ilmu untukmu, aku akan suapkan untukmu."_
al-Imam al-Aajurri mengatakan dalam kitabnya -Akhlaaqul 'Ulamaa'-; "wajib bagi seorang guru untuk memiliki kesabaran yang hebatmenghadapi murid yang lambat paham sampai ia paham, dan tidak layak guru merendahkan dan menghina hingga muridnya minder."
________
✍️ Johan Saputra Halim
Telegram: t.me/kristaliman

Friday, July 6, 2018

3 Pertanyaan Tuk Penganut Ideologi "Islam Nusantara"

Dr. Sulaiman ar Ruhaili mengkritisi ideologi "Islam Nusantara" yang seringkali menyudutkan Arab.

Beliau menjelaskan bahwa agama Islam tidak bisa dilepaskan dari Arab dan Bahasa Arab. Dan untuk para penganut ideologi Islam Nusantara,  ajukanlah 3 pertanyaan berikut kepadanya:

1. Siapa Nabimu?
Jika dia menjawab Nabiku Muhammad,  maka katakan padanya: Nabi Muhammad dari Arab. Jika dia menjawab Nabinya selain Muhammad berarti dia telah keluar dari agama. 

2. Apa kitab suci pedomanmu?
Jika dia menjawab "Al-Quran", maka katakan padanya: Al-Quran berbahasa Arab. Namun jika dia menjawab bukan Al-Quran,  maka dia telah kufur.

3. Siapakah yang menukil agama Islam kepada kita?
Bukankah mereka para sahabat dan ulama yang kebanyakan mereka dari bangsa Arab,  bahkan sebagian pendakwah yang menyebarkan Islam ke negeri ini juga dari Arab.

Oleh karena itu,  Islam tidak bisa dilepaskan dari Arab.  Barangsiapa yang membenci Arab secara umum,  maka ini adalah kekufuran yang amat berbahaya karena konsekwensinya berat.  Maka hati2 melontarkan ideologi dan pikirkan,  karena bisa jadi seorang melontarkan suatu ungkapan yang tak disadari ternyata itu bisa menjerumuskannya ke Neraka Jahannam.

#Catatan secara makna

Ustadz Abu Ubaidah as sidawy
Batu,  23 Syawal 1439 H

Monday, July 2, 2018

Nasehat Ulama untuk Penuntut dari Batu Malang

NASEHAT PERTAMA: 3 WASIAT BAGI PENUNTUT ILMU

*SYAIKH SHALIH SINDI*

Setelah tahmid dan sholawat

*WASIAT PERTAMA*

MABDA' (landasan) kita adalah ILMU YANG BENAR. Kita takkan bisa menegakkan agama melainkan dengan ILMU yang benar dan AMAL shalih.

Ilmu tidaklah dapat diperoleh dengan sekedar berangan² saja.

العلم لا يأتي بالتمني وما نيل المطالب بالراحة

Ilmu itu tdk datang dengan impian belaka dan tujuan takkan bisa dicapai dengan berleha².

Ilmu itu membutuhkan usaha, upaya dan kesungguhan.

العلم يحتاج إلى الجهد

Ilmu itu adalah kehidupan ruh dan jiwa serta jasmani.

Imam Ahmad berkata:

الناس مُحْتَاجُون إلى العِلْم أكثر مِن حاجتهم إلى الطعام والشراب ؛ لأن الطعام والشراب يُحْتَاج إليه في اليوم مرة أو مرتين ، والعِلْم يُحْتَاج إليه بِعَدَد الأنفاس

Manusia itu lbh butuh kepada ilmu ketimbang makan dan minum. Karena makan dan minum dibutuhkan hanya sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan sebanyak nafas.


Alangkah benarnya ucapan al-Hakami


لَوْ يَعْلَمُ الْمَرْءُ قَدْرَ العِلْمِ لَمْ يَنَمِ

Sekiranya seseorang itu tahu tingkatan ilmu, niscaya ia takkan tidur.

3 METODE DALAM MENUNTUT ILMU

1⃣ Belajar dari yang PALING PENTING DAHULU kemudian YANG PENTING

Yang TERPENTING adalah AQIDAH SHAHIHAH baru AMAL SHALIH yang meliputi fikih ibadah.

2⃣ Metode belajar dengan cara _TADQIQ_ (mendetail) dan _TAHQİQ_ (meneliti/menelaah benar²).

Karena itu hendaknya seorang penuntut ilmu itu harus: MUDAQQIQ (detail/cermat) - MUHAQQIQ (teliti) - MUFASHSHIL (detail) - RUSUKH (mendalam).

3⃣ _Mudzakaroh_ (diskusi) dan _muroja'ah_ (mengulang²).

Salaf dahulu berkata:

تذاكروا ، فإن إحياء الحديث مذاكرته

Bermudzakarohlah, karena sesungguhnya hidupnya hadits adalah dg bermudzakaroh tentangnya.

*WASIAT KEDUA*

Landasan kedua adalah menegakkan agama baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

Tegakkanlah agama dan janganlah berpecah belah.

Bersatu di atas kebenaran karena manhaj ahlus sunnah wal jama'ah adalah manhaj *persatuan* sebagaimana namanya "al-jamaah" (persatuan) bukan "al-furqoh" (berpecah belah)

*WASIAT KETIGA*

Landasan ketiga  landasan persatuan dan menjauhi perpecahan membutuhkan SULUK yaitu ADAB, AKHLAQ dan PERANGAI.

Persatuan takkan bisa tercapai tanpa akhlaq yang mulia dan adab yang tinggi, yang meliputi kasih sayang, kelemahlembutan dan empati.

***
*NASEHAT KEDUA: 4 TUGAS PENUNTUT ILMU*
*SYAIKH SULAIMAN AR-RUHAILI*

Setelah bertahmid dan bershalawat...

REALITAS kaum muslimin saat ini pada umumnya dan sebagian penuntut ilmu pada khususnya:

Saling berpecah belah
Jahil dengan agama
Sibuk dengan hal² yang tdk bermanfaat baik utk dirinya dan orang lain
Cenderung melakukan hal² yang malah memadharatkan diri dan orang lain.

 REALITAS tsb bisa dihilangkan dengan cara KEMBALI (RUJUK) KEPADA ALLAH, yaitu dengan cara TAUBAT, IMAN dan AMAL SHALIH.

Allâh Ta'ala berfirman:

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Kecuali orang-orang yang BERTAUBAT , BERIMAN dan BERAMAL SHALIH; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Furqon: 70)

Ada 4 cara yang harus dilakukan penuntut ilmu untuk menghadai realitas ini:

1⃣ Hendaknya BERILMU, yaitu berupaya menuntut ilmu yang BERMANFAAT.
Karena ilmu yang bermanfaat akan menjadikan UCAPAN dan AMAL nya benar.
Dan akan menjadikan AQIDAH dan IMAN nya benar.
Serta menjadikan NIAT (qashd) nya benar.
Ilmu itu menjadikan seseorang TAWADHU, semakin berilmu semakin tawadhu dan terbebas dari UJUB, TAKABBUR lagi SOMBONG.

إن الله عز وجل يحب العالم المتواضع، ويبغض العالم الجبار، ومن تواضع لله عز وجل ورثه الله عز وجل الحكمة

Sesungguhnya Allâh mencintai seorang alim yang rendah hati dan membenci orang alim yang angkuh. Barangsiapa yang tawadhu karena Allâh, maka Allah anugerahkan hikmah kepadanya.

Ilmu itu diperoleh dengan usaha bukan dengan angan kosong

لا يزال المرء عالما مادام في طلب العلم ، فاذا ظن انه قد علم فقد بدا جهله

Seseorang akan senantiasa dikatakan alim selama dia tetap menuntut ilmu. Apabila ia mengira bahwa dirinya telah mengetahui maka semakin tampak ketidaktahuannya.

من ظن انه بدون العمل يصل فهو متمنّ

Siapa yang mengira bahwa dirinya akan bisa mencapai tanpa amalan, maka ia hanyalah PEMIMPI (orang yang hanya berangan belaka)

2⃣ Hendaknya berusaha untuk _IJTIMA'UL KALIMAH_ (mempersatukan) bukan yang malah merusak dan memporakporandakan persatuan.

Persatuan yang dimaksud adalah persatuan hakiki, yaitu:

yang dibangun di atas agama dan menegakkan agama (iqōmatud dîn).

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya." (QS asy-Syuro: 13)

Yang dibangun di atas Kitâbullâh. Bukan yang dibangun di atas sentimen partai, organisasi, kebangsaan, dll.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (QS Ali Imran : 103)

👆🏻Allah mendahulukan perintah untuk berpegang dengan tali Allah (bersatu), menunjukkan urgensinya bersatu dan larangan kuat berpecah belah.

Yang dibangun di atas cara Nabî dan metode sahabat beliau serta para salaf shalih.

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

"Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS An-Nisa': 115)

3⃣ Hendaknya berusaha untuk bersikap _RIFQ_ (lemah lembut) dan selalu mengedepankan kelemahlembutan.
Ketika ibunda Aisyah menaiki unta yang tampak kelelahan, Nabi mengatakan:

عليكِ بالرفق، إنَّ الرِّفْقَ لا يكونُ في شيءٍ إلا زانَهُ، ولا يُنْزَعُ من شيءٍ إلا شانَهُ

Lemah lembutlah engkau wahai Aisyah, sesungguhnya kelemahlembutan jika terdapat pada sesuatu maka ia akan memperindahnya. Dan jika ia diangkat maka akan memperburuknya. (HR Muslim)

Ketika orang Yahudi mengucapkan kepada Nabi : _as-Sâmu 'alaika_ (semoga kematian atasmu). Maka Nabi menjawab: _wa'alaikum_.

Lantas ibunda Aisyah pun naik pitam dan mengucapkan : _as-Sâmu alaika wal la'nah wa ghadhabullah_ (semoga kematian, laknat dan kemurkaan Allâh menimpamu).

Lantas Nabi menasehati:

مهلاً يا عائشة، عليكِ بالرِّفق، وإيّاكِ والعنفَ والفحش ،إن الله رفيق يحب الرفق في الأمر كله

Tenanglah Wahai Aisyah. Berlemahlembutlah! Jauhilah sikap keras dan bengis. Sesungguhnya Allâh itu maha lemah lembut dan menyukai kelemahlembutan dalam segala hal.

Ketahuilah:

الرفق اساس الخير

Kelemahlembutan itu pondasinya kebaikan.

Diantara bentuk sikap RIFQ adalah NASEHAT dan MELURUSKAN KESALAHAN dengan cara yang baik.

4⃣ Hendaknya berlaku RAHMAH (kasih sayang) terhadap sesama muslim.

ارحَموا مَن في الأرضِ يَرحَمْكُم مَن في السَّماءِ
💕Sayangilah yang berada di bumi niscaya tuhan yang berada di langit akan menyayangimu.

من لا يَرحم لا يُرحم
💕Siapa yang tidak menyayangi takkan disayang.

Hendaknya saling memandang satu dengan lainnya dengan rahmah (kasih sayang).

🌷Ingatlah dunia ini singkat, sedangkan yg tersisa darinya hanya sedikit saja. Sedangkan akhirat itu kekal, dan apa yang ada padanya itu abadi.

🤝🏻 Syaikh mengucapkan terima kasih dan pujian kepada gurunda Ust Abu Auf Abdurrahman at-Tamimi dan ust Mubarak Bamu'allim serta Bp Chalid Bawazir yg telah membiayai seluruh pelaksana dauroh. Tdk lupa pula kpd seluruh panitia yg membantu dan peserta yg hadir.

💪🏻Syaikh menasehatkan peserta dauroh utk tetap semangat belajar meski datang ke lokasi dauroh dari tempat yang berjauhan. Namun semuanya dikumpulkan di atas ikatan keimanan, persaudaraan dan ilmu.

Syaikh sblm penutup menyampaikan:
Jika bukan karena Allâh maka kita semua takkan bisa belajar.
Jika bukan karena Allâh maka kita semua takkan bisa memiliki ilmu.
Jika bukan karena Allâh maka kita semua takkan bisa berkumpul.

👆🏻Semuanya adalah karena Allâh sehingga kita wajib utk tetap menyandarkan segalanya kepada Allâh.

KAW BATU, 2 Juli 2018

Oleh ustadz Abu Salma @abinyasalma