الاثنين، 31 ديسمبر 2018

Download Mutun Tholibil Ilmi


  1. Mustawa 0 atau Tamhidi: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa0.pdf 
  2. Mustawa 1: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa1.pdf 
  3. Mustawa 2: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa2.pdf 
  4. Mustawa 3: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa3.pdf 
  5. Mustawa 4: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa4.pdf 
  6. Mustawa 5 (Bulughul Marom): https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa5-1.pdf 
  7. Mustawa 6: Zaadul Mustaqni: https://www.mottoon.com/pdf/Mstawa5-2.pdf

الخميس، 27 ديسمبر 2018

Kata Mutiara Indah: Doa


"Andai Allah tidak berkehendak untuk menjawab doamu, niscaya Dia tidak akan memberimu ilham untuk berdoa." - Ibnul Qayyim (via ustadz Johan Saputra Halim - https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1893854010663388&set=a.688418071206994&type=3&permPage=1)

Naqus: Kentongan ala Nashara

FAEDAH SIROH:
NAQUS, KENTONGAN ALA NASHARA

Di dalam hadits Ibnu Umar tentang pensyariatan adzan disebutkan bahwa dahulu belum ada seruan khusus untuk mengumpulkan orang untuk sholat. Maka sebagian manusia memberikan usulan untuk memanggil orang shalat dengan menggunakan naqus.

فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى

Maka sebagian mereka mengatakan, pakai saja NAQUS seperti naqusnya nashara.. (Muttafaqun alaihi dari Ibnu Umar)

Banyak yang menerjemahkan naqus di sini dengan lonceng. Namun yang lebih tepat, naqus di sini adalah semacam kentongan kayu. Disebutkan oleh Ibnul Atsir dalam An Nihayah (5/106)

خشبة طويلة تضرب بخشبة أصغر منها، والنصارى يعلمون بها أوقات صلاتهم

Naqus adalah kayu panjang yang dipukul dengan kayu yang lebih kecil, orang-orang nashara memakainya untuk menandai waktu peribadatan mereka...




Jadi kurang tepat kalau diterjemahkan dengan lonceng.

Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari rahimahullah pendiri NU memiliki kitab khusus membahas hukum memakai kentongan semacam ini dalam kitab beliau:

الجاسوس في بيان حكم الناقوس

Al Jasus fi Bayani Hukmin Naquus.

Penulis: Ustadz Wira Bachrun
(https://www.facebook.com/wira.bachrun/posts/1027521157448189)

الثلاثاء، 25 ديسمبر 2018

Aku menduga, tidaklah itu terjadi melainkan (sebagai hukuman) karena suatu dosa yang telah aku lakukan


Betapa Indahnya Tangisan Mereka
-------------
Abu Dawud rahimahullah mengisahkan: "Aku memasuki rumah Kurz al-Haaritsi. Kudapati ia menangis. 'Apa yang membuatmu menangis...??' tanyaku. Dia menjawab;
"Semalam aku tidak membaca--walau--satu hizb (beberapa ayat) al-Qur-an. Aku menduga, tidaklah itu terjadi melainkan (sebagai hukuman) karena suatu dosa yang telah aku lakukan."
📙 al-Hilyah: 5/79.



Catatan Fawaid:
----------------
1. Para Salaf sangat jarang melakukan dosa. Sehingga mereka bisa mengingat dan menghitung dosa yang pernah mereka lakukan dengan mudah. Sebab mereka punya rutinitas ibadah lain selain ibadah-ibadah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang, yaitu; me-muhasabah diri atau meng-hisab diri setiap saat, sebelum di-hisab Allah kelak.

2. Saat mereka lupa atau kesulitan meng-hisab diri mereka, dalam artian; kesulitan mencari dan meneliti dosa apa yang telah terjadi, mereka menuduh diri, takut, bersedih, lanjut menangis. Silakan bandingkan dengan keadaan diri kita hari ini.

3. Para Salaf meyakini bahwa tercegahnya seseorang dari wirid atau rutinitas ibadah yang selalu ia jaga, adalah bagian dari hukuman akibat dosa.

Lihat bagaimana Kurz al-Haaritsi menangisi amalan rutin tilawah yang luput darinya. Ia tahu, luput membaca al-Qur-an, tidaklah bernilai dosa. Namun ia menangis karena "dosa" yang lain, "dosa" yang berusaha ia cari namun belum kedapatan saking halus dan tipisnya "dosa" tersebut. "Dosa" yang halus tersebut, boleh jadi secara hukum fiqih bukanlah dosa, melainkan hanya bisikan di hati yang sedikit mengurangi beningnya keikhlasan, atau tindakan kurang wara' yang dekat kepada syubhat, atau yang sejenisnya.

Aduh...!! Betapa indahnya kehidupan hati para Salaf. Taman-taman surga sudah lebih dulu ada di hati mereka, sebelum taman surga sesungguhnya kelak di akhirat.
______
Telegram: t.me/kristaliman
Web: alhujjah.com

الاثنين، 24 ديسمبر 2018

الجمعة، 21 ديسمبر 2018

الخميس، 20 ديسمبر 2018

Dauroh Mandzumah Haiyyah Ibnu Abi Dawud Rahimahullah - Syaikh Sholeh As-Sindi Hafidzahullahu 

Dauroh Mandzumah Haiyyah Ibnu Abi Dawud Rahimahullah
di Masjid Abu Darda Pekanbaru, oleh Syaikh Sholeh As-Sindi Hafidzahullahu
Tanggal 14-15 Desember 2018

Hari Pertama -1-






Hari kedua -2-






Semoga bermanfaat di dunia dan akhirat
_Abu Yusuf _

الأربعاء، 19 ديسمبر 2018

الثلاثاء، 18 ديسمبر 2018

الاثنين، 3 ديسمبر 2018

الأحد، 2 ديسمبر 2018