Monday, March 7, 2016

Kita semakin kaya akan ilmu ketika kita solve problems

Leave a Comment
Tulisan di bawah ini cukup inspiring buat saya. Saya posting di sini. Penulisnya Adhe (Natali Ardianto), founder tiket.com. Saya banyak belajar (secara online) sama Adhe dan Cyrosurenya antara tahun 2001 hingga 2003.

***

Orang malas ya gini ini. Gimana mau maju. Memangnya mau hidupnya, rezekinya, ilmunya, di diskon 10%?

Saya yang sudah mencapai posisi sekarang, hampir tiap hari tidur jam 3 pagi. Kenapa? Karena di jam kantor sudah tidak bisa blas ngurus urusan sendiri. Bisanya hanya mensupport team dan bantu solve problems.

Malam hari ketika si kecil sudah tidur, baru mulai on lagi, reply-reply email, coding-coding lagi, analyze data, research, baca-baca buku dan docs/manual sampai berulang kali supaya hapal.

Kita semakin kaya akan ilmu ketika kita solve problems. Ketika kita kelas 1 SD, perkalian 5 x 2 sepertinya susah sekali. Tetapi sekarang, kita bisa menyelesaikannya di luar kepala. Kenapa? Karena kita solve that problem over and over sampai ngelotok di otak.

Masalahnya, orang malas ngga pernah take the extra effort to learn beyond what they already learn. Saya sebutnya unlearn and relearn. Masalahnya orang-orang malas itu mudah puas diri.

Saya orangnya very very detail. Ketika saya menyetir di jalan, saya tahu saya harus menyetir di lajur pertama, kedua, atau ketiga, saya perhatikan kapan ada lubang di jalan, kapan ada potensi mobil melambatkan diri karena harus muter balik, mana yang setelah lampu merah menjadi hijau, jalurnya jalannya lebih cepat karena semuanya satu jalur jalan lurus, tidak ada yg mencoba belok kanan.

Saya dulu kalau kebetulan ngga ada sopir, suka eksperimen lewat jalur-jalur aneh dan jalan tikus. Alhasil sampai sekarang jalan tikus itu dipakai terus karena bisa menghemat waktu tempuh hingga 33%.

Makanya suka sebel dulu waktu ada sopir, semisal dia over and over again made the same mistake, ambil jalur paling kanan dan terhenti jalannya karena ada mobil mau putar balik. Padahal yang harusnya sedetail itu khan sopir, karena hidupnya revolves around driving and roads.

Jangan sampai ya, pas jaman Masyarakat Ekonomi ASEAN nanti setelah 31 Desember 2015, kalian komplain karena ada orang dari negara tetangga yang mau kerja lebih dari 9 jam karena digaji sebesar Rp 2,8 juta/USD 215 (Karena Kamboja UMR-nya USD 128/month, Myanmar USD 55/month utk pegawai negeri).



0 comments:

Post a Comment