Tuesday, August 9, 2016

Sekilas tentang Belajar di Mahad Haram

Leave a Comment
Banyak sekali pengalaman menarik di kota suci ini. Salah satunya saya dipertemukan Allah dengan salah seorang kawan belajar di Hadramaut dulu. Namanya Ahmad Basoleh. Beliau adalah menantu Syaikhuna Abdullah Al Mar'ie. 
Ahmad Basoleh sekarang berada di tahun kedua kuliahnya di Mahad Haram. Jika lancar, dua tahun lagi dia akan meraih gelar Bachelorius insya Allah. Selain kuliah, di pagi hari beliau mengajarkan Alquran di salah satu halaqoh di Masjid Nabawi. 
Ahmad memaparkan kepada saya bagaimana sistem pengajaran Alquran di sana. Yang cukup membuat saya kagum adalah ketika Ahmad bilang bahwa di Masjid Nabawi ada sekitar 600 halaqah ilmiyyah dengan lebih dari 2000 orang peserta. Untuk mengakomodir para pelajar, pemerintah menyediakan 150 bus untuk antar jemput mereka. Jadi mereka tinggal berkumpul di titik-titik tertentu yang tersebar di bebagai tempat di kota Madinah. Lalu mereka dijemput dan diantar kembali ke titik-titik tersebut. 
Untuk pengajaran Al-Quran, ternyata sistem yg diterapkan di sana bertahap. Tahapannya sebagai berikut: 
1. Tashih qiroah. 
Anak-anak diajarkan mengucapkan huruf dengan makhraj yang betul. 
2. Talqin 
Guru mentalqinkan ayat-ayat dengan makhraj dan tajwid yang benar. 
3. Tahfizh 
Ayat-ayat yang ditalqinkan dihafal dan disetorkan kepada pengajarnya. 
4. Muroja'ah 
Beberapa surat yang sudah dihafalkan disetorkan kembali secara berkala.
Setelah dia hafal Al-Quran semua dengan mutqin, dia baru bisa mengambil ijazah Al-Quran dengan riwayat Hafsh 'an Aashim bin Abi Nujud.
Selanjutnya si haafizh melanjutkan mempelajari qiroah 'asyarah. Dan yang terakhir barulah dia mempelajari qiroah syaadzah. Cukup panjang juga. Tapi banyak di antara peserta yang mulai belajar dari usia yang demikian dini. Di usia belasan sudah ada yang menyelesaikan semua tahapan masya Allah. 
Ayo yang punya anak, didik anaknya menjadi ahli Qur'an yuk. Minimal jadi hafizh Al-Quran, jangan kayak bapak ibunya yang cuma tamat kutubus sittah (iqro' jilid 1 sp 6)
Madinah, 5 Dzulqaedah 1437 H 8/8/2016 
Akhukum, Wira Mandiri Bachrun

0 comments:

Post a Comment